Minggu, 04 Desember 2022

Mie Instan Lebih Menarik Generasi Jaman Now


 

Eforia Farel Prayoga yang berhasil mengharumkan Banyuwangi di kancah nasional memberikan harapan pagi seluruh generasi muda di indonesia untuk berkarya. Fenomena farel terpampang nyata dalam kehidupannya yang dimulai dari pengamen jalanan yang akhirnya menjadi fenomena seperti sekarang ini hingga di panggil presiden jokowi untuk bernyanyi pasca upacara peringatan proklamasi kemerdekaan RI untuk menghibur peserta dan tamu undangan. Keunikan farel prayoga mampu menghipnotis presiden jokowi, para mentri dan tamu undangan, hingga tanpa malu bergoyang bersama Farel yang mengumandangkan lagu “Ojo dibandingke”.

 

Perjalanan Penyangi cilik Asal desa Kepundungan Srono Banyuwangi juga menginspirasi para generasi jaman now. Memulai dari beryanyi dari satu tempat ketempat lain membuktikan Penyanyi cilik ini sudah teruji mental, fisik dan psikisnya dalam bernyanyi, yang artinya penyanyi ini bukan “karbitan” atau artis yang dipaksanakan viral.

Kepribadian bocah kelas enam SD ini pasca diundang ke istana juga tidak menunjukkan perubahan, tetap menjadi pribadi yang santun ramah dan tidak sombong sehingga bisa menjadi catatan yang positif untuk anak-anak di indonesia. Teladan yang ditunjukkan bocah 12 tahun ini bener-bener menginspirasi dan patut di contoh oleh anak-anak di negeri ini. Meskipun datang dari keluarga yang pas-pasan farel tidak menunjukkan sifat minder dan rendah diri kepada teman-temannya, bahkan farel sering mengajak teman-temannya untuk bermain dirumahnya. Sikap hormat dan bakti kepada kedua orangtua juga ditunjukan oleh bocah ini dan tidak merasa malu mempunyai orang tua yang bekerja serabutan dan ibunya yang hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari fenomena penyanyi cilik asal banyuwangi ini untuk generasi muda terutama anak-anak di indonesia. Pelajaran Pertama Kerja Keras, untuk mencapai kesuksesan diperlukan usaha dan kerja keras serta do’a. Akan Mustahil kesuksesan akan di raih bila masih malas-malasan, kurang berlatih. Pantang menyerah terus beresaha meskipun harus beberapa kali mengalami kegagalan tetap semangat dan bangkit dlamketerpurukan. Pelajaran Kedua Bersyukur, Akhlak baik tidak sombong dan tetep sederhana sebagai bentuk kongkrit dalam mengimplementasikan rasa bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tetap bertegur sapa dengan tetangga, sanak saudara dan tetam-teman sekolah serta tetap hormat dan patuh dengan kedua orang tua serta bapak ibu guru nya di tunjukkan oleh penyayi cilik yang sedang viral seantero indonesia ini. Pelajaran Ketiga Pentingnya Pendidikan,sebagaimana yang dipesankan bapak presiden Jokowi kepada farel, yakni untuk tetap sekolah meskipun sudah terkenal dan mendapatkan banyak uang. Pentingnya tetap sekolah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ini akan meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya, tentunya akan menunjang karer dan prestasinya.

Bahkan bupati banyuwangi Ipuk Fiestidiani berharap kepada masyarakat untuk mengawal dan menjaga putra-putra daerah seperti Farel untuk terus melanjutkan pendidikannya sampai ketingkat teringgi. Ini adalah putra yang berpotensi dan aset yang perlu dikembangkan agar nantinya mampu memberikan kemanfaatan lebih banyak dan riil kepada masyarakat. Beasiswa pendidikan dari pemerintah menjadi bukti riil untuk mengawal putra putri terbaik bangsa untuk tetap melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi tanpa alasan kurang mampu atau alasan miskin.

Bila dibandingkan dengan fenomena yang banyak dilihat disekitar kita atau pun banyak tontonan atau berita di Telivisi atau media-media online menunjukkan untuk sukses dan terkenal dengan melakukan hal hal yang kurang baik dengan menghalalkan cara apapun. Misalnya dengan menonjolkan kontroversinya seperti isu gender, sara , Narkoba, perceraian dll. Tentunya ini tidak akan mendidik masyarakat khususnya generasi muda dan anak anak. Generasi muda dan anak-anak diperlukan tontonan dan sajian yang benar, mendidik dan menginovasi.

Dijaman teknologi saat ini banyak kita temukan pergeseran dan orentasi para anak muda dan anak anak. Bisa kita temui saat kita tanyakan apa yang di cita citakan kedepan, hampir semuanya jawabanya mengarah menjadi Youtuber, tiktoker, gammer, artis dan penyanyi. Hampir hampir jarang ditemukan anak jaman sekarang bercita-cita di bidang formal seperti TNI, POLRI, Guru, Dokter, Bidan atau bidang pekerjaan formal lain. Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi orang tua untuk tetap mendampingi dan mengarahkan putra-putrinya berkarir didunia yang sesuai dengan bakat minatnya. Ditambah lagi perkembangan industri kreatif saat ini mempunyai potensi yang baik dan menjanjikan bila ditekuni. Anak-anak jaman sekarang banyak yang kurang berminat untuk berkarir di bidang formal dibandingkan jalur nor formal. Banyak contoh di masyarakat berkarir di bidang non formal lebih menjanjikan misalkan youtuber Atta Halilintar dan Ria Ricis yang menjadi milyader dalam usia yang begitu muda dan kekayaannya mustahil diperoleh ketika berkarir di jalur formal. Dedi Corbusier yang sukses dengan Podcast nya menjadi sosok yang disegani dan pengasilannya ratusan juta tiap bulannya. Channel Youtube Woko Channel dari kediri yang sukses dengan video video kocaknya sehingga menjadikan personelnnya menjadi jutawan dan hidup mapan. Bowo tiktoker yang sempat viral beberapa waktu yang lalu menjadi referensi bahwa berkarir di bidang non formal juga sangan menjanjikan. Belum lagi selebgram-selebgram dan gammer yang telah viral menjadi pemicu generasi saat ini kurang berminat untuk berkarir di bidang formal.

Farel yang menjadi viral dan fenomenal juga bermula dari unggahan di Youtube yang dilihat oleh jutaan penonton yang akhirnya di undang keistana untuk bernyanyi pada perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77. Ada yang menarik dari sekian banyak fenomenal yang sudah diungkap di media sosial adalah saat Farel Prayoga di tanyai cita-citanya, dengan polosnya Farel menjawab pingin jadi penyanyi.

Menyikapi Hal ini kalo kita lihat sisi positifnya adalah banyaknya peluang untuk sukses tanpa harus menempuh jalur formal misalkan menjadi TNI, POLRI, ASN atau Bidang formal lain. Bidang non formal bahkan lebih menjanjikan dan perpeluang untuk cepat sukses. Yang harus menjadi catatan disini adalah kesuksesan baik dijalur formal dan non formal tidak dapat diperoleh dengan instan, tetapi perlu kerja keras, keuletan dan tahan banting. Semoga kita dan anak anak generasi mendatang bisa lebih sukses dan maju dari generasi berikutnya dalam berkarya, Amin.

Terbit di Opini Radar Banyuwangi Jawa Pos Kamis 25 Agustus 2022

Susanto Adalah Guru Kimia MAN 4 Banyuwangi, Fasprov Mapel Kimia PPKB GTK Kemenag RI dan Content Creator Pendidikan pada Channel Youtube CHIMI ID

Tidak ada komentar:

Posting Komentar